Nyanyian Sunyi Kala Senja Menghampiri
Dikala aku merindu dalam ruang hampa tanpa sedikitpun memberiku sedikit
waktu tuk bernafas. Dikala aku mencoba untuk terbang dengan sayapku yang
terluka dan terkoyakkan. Disana aku terjatuh dan terhempas. Merintih
dan mencoba untuk berteriak. Seakan suaraku tertahan, meringis pun aku
tak mampu. Ini terlalu perih dan aku tak tau apakah aku bisa terbang
lagi atau...
Aku mengingat semua kenangan lalu yang begitu indah. Kenangan saat aku
menjalin cinta. Saat-saat aku merasakan bahwa dunia ku begitu berwarna
dan begitu bahagia...
Bagaikan tak ingin membiarkan aku memalingkan wajahku daripada keindahan
cinta itu. Cinta itu mengikutiku tiada henti. Memanjakan dan membelai
aku. Aku bahagia. Aku terpesona. Dan aku menyukainya..
Cinta itu semakin mengikat hatiku. Hingga aku membutuhkannya. Ia
mencumbuku. Merayuku. Menyentuhku.. Ia memperlakukan aku sebagai orang
yang begitu berharga. Layaknya sebuah, EMAS.
Aku bermain-main dengan cinta itu. Aku menjadikannya alat untuk hidup.
Aku menjadikannya sebuah yang berharga seperti ia menganggapku EMAS.
Ia menyebutku cinta, akupun menyebutnya cinta. Aku dan dia. CINTA..
Ia memanjakanku. Ia bilang kalau aku adalah hidupnya..
Ia selalu mendamba senyumku. Tangisku? Tak sanggup ia lihat..
Semua terkoyak saat aku menghancurkannya..
Aku menyiksanya. Aku membuatnya menangis. Aku membunuhnya! MEMBUNUH CINTAKU!
Aku menyakitinya.
Kalian tahu?
Aku juga merasakan kesakitan itu. Aku menangis saat melihatnya menangis. Aku hancur melihatnya terluka. Aku mencintai cintaku. Aku mencintainya. Kenapa aku tega..
Aku juga merasakan kesakitan itu. Aku menangis saat melihatnya menangis. Aku hancur melihatnya terluka. Aku mencintai cintaku. Aku mencintainya. Kenapa aku tega..
Kenapa aku merusak semua jalinan cinta indah yang seharusnya terjalin cantik tanpa sedikitpun cacat. KENAPA AKU SEBODOH ITU.
Dear Superman,
Aku sayang kamu.
Meski ini telah selesai.
Aku harap kau mengetahuinya.
Aku tak pernah membencimu...
Meski ini telah selesai.
Aku harap kau mengetahuinya.
Aku tak pernah membencimu...
0 komentar